Jumat, 16 Desember 2016

Merapi Volcano Expo 2016 di BPPTKG Yogyakarta

Pada hari Rabu yang lalu, tanggal 14 Desember 2016 adalah moment yang sangat berharga yaitu  digelarnya acara Merapi Volcano Expo 2016 oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG ) bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) Yogyakarta.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka launching buku data Geokimia Gunung Merapi Indonesia. Selain itu juga diadakan open house dari tanggal 14 Desember sampai dengan tanggal 23 desember 2016. Dalam open house ini pengunjung diperbolehkan melihat alat – alat dan sistem pemantauan aktivitas Gunung Merapi di ruang monitoring BPPTKG . Di ruang monitoring pengunjung juga bisa bertanya secara detail mengenai fungsi dan sistem yang digunakan kepada petugas dari BPPTKG.


Tidak hanya itu, pengunjung pun dapat melihat sejarah letusan Gunung Merapi, jenis batuan dan alat – alat yang dahulu pernah digunakan dan saat ini disimpan di ruang eksposisi.Selain itu pengunjung maupun masyarakat juga dapat melihat sketsa Gunung Merapi.Pengunjung pun juga bisa bertanya langsung kepada petugas. Hal ini bisa dijadikan sebagai edukasi bagi masyarakat.



Dalam acara Merapi Volcano Expo 2016 juga diadakan diskusi dan dialog dengan para ahli gunung api, BPBD DIY, Forum Pengurangan Resiko Bencana ( FPRB ), relawan, komunitas blogger, jurnalis dan masyarakat umum. Acara ini juga menghadirkan pembicara ahli Vulkanologi Mbah Rono.  Dalam diskusi dan dialog ini mengangkat topik yang berkaitan dengan berita hoax  tentang kebencanaan yang selalu muncul setiap terjadi bencana di Indonesia. Jadi jika terjadi bencana di Indonesia selama ini  berita hoax akan sangat cepat menyebar luas ke masyarakat dengan melalui berbagai media terutama sosial media seperti facebook, twitter, bbm, whatsapp, line  ataupun sms.Tentu saja berita hoax atau berita palsu ini akan meresahkan dan masyarakat dibuat panik dengan berita hoax yang tidak pasti kebenarannya.



Adapun ciri ciri berita hoax  yaitu :
  •  Berita terkesan  sensasional atau heboh, membuat yang membaca berita langsung         bereaksi setelah membaca berita itu.
  •  Isinya sering bertentangan dengan logika umum dan ilmu penegetahuan bisa juga terdapat kontradiksi dengan fakta yang sudah umum diketahui.
  •  Sering menggunakan istilah yang terkesan ilmiah, yang memanfaatkan ketidaktahuan  pembaca.
  •   Menggunakan kalimat yang terkesan mendorong  pembaca untuk menyebarluaskan pesan tersebut.
  • Pengirim berita tidak jelas identitasnya, tidak ada link sumber informasi.

Untuk mengantisipasi agar berita hoax ini tidak menyebar luas masyarakat perlu waspada apabila mendapat pesan hoax  / berita hoax yang  biasanya bersifat heboh / sensasional, hendaknya membaca berita tsb dengan cermat dan teliti, jika berita tersebut memang hoax dan berdampak kecil kita bisa menyetopnya dengan tidak menyebarkan berita tsb, tapi bila berdampak besar, meresahkan dan bikin panik masyarakat  maka sikap kita adalah membantu menciptakan suasana kondusif kembali melalui upaya pembuktian kebenaran berita tersebut ke masyarakat.

Langkah – langkah mencari kebenaran informasi adalah sebagai berikut :
  •   Kita harus tahu siapa yang menyebarkan berita tsb dan sumber berita tesebut darimana.  
  •  Mencari tahu informasi tsb kepada pihak yang mengetahui betul berita tsb. Kita bisa menghubungi langsung melalui akun sosmed yang dimiliki, atau situs webnya yang terkait dengan berita tersebut agar mendapatkan konfirmasi lebih cepat. Menelpon langsung juga bisa.


Dengan mengetahui sumber berita yang benar dan akurat diharapkan masyarakat tidak lagi panik dengan berita hoak kebencanaan jika terjadi bencana di Indonesia.


Tidak ada komentar: