Tampilkan postingan dengan label Self Development. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Self Development. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2011

Menghargai Perbedaan Pendapat

Pendapat yang berbeda yang kita yakini juga selalu dianggap salah di balik pendapat yang berbeda sering tersembunyi “kebenaran”. Seperti perbedaan warna pelangi sering memunculkan keindahannya yang khas yang terkadang tersembunyi yang hanya dapat dilihat dengan ketenangan bukan emosional.

Jika terjadi perbedaan pendapat dengan orang lain hendaklah kita berintropeksi diri dari kesalahan dan keegoisan. Terkadang kita merasa benar dengan ide kita dan meremehkan pendapat atau saran dari orang lain apalagi dengan orang yang baru kita kenal.

Sering kita mengabaikan hati nurani dalam pengambilan keputusan, sebenarnya perbedaan pendapat adalah suatu anugrah yang patut disyukuri, karena dengan perbedaan pendapat kita bisa memiliki banyak pilihan keputusan atau alternatif penyelesaian masalah.

Sering kita sakit hati ketika ide atau gagasan kita tidak diterima oleh sahabat, keluarga,teman kerja dan suatu hubungan interaksi antar sosial lainnya. Berpikirlah positif apabila pendapat kita belum dipakai, mungkin pendapat orang lain lebih tepat untuk menyelesaikan masalah.

Dengan kita bisa menerima pendapat atau pandangan orang lain dan tidak memaksakan kehendak adalah cermin dari kedewasaan, kebijaksanaan dari seseorang. Seorang yang berkepribadian matang, cenderung menghargai pendapat orang lain. Dan orang yang belum dewasa akan cenderung memaksa kehendak.

Jumat, 28 Januari 2011

Ke Mana Kita Harus Berjalan

Kita lahir di dunia ini pada awalnya dalam keadaan suci dan juga tidak mengenakan apa – apa, tidak membawa apa – apa hanya badan dan jiwa tanpa dosa. Dan dalam keadaan telanjang. Begitu juga nanti di akhir hidup kita akan kembali ke asal nya dalam keadaan tidak membawa apa – apa, harta dan benda tidak akan dibawa begitu pula pangkat dan jabatan tidak akan dibawa juga.

Dalam perputaran waktu setiap orang akan menentukan jalan hidupnya. Jalan hidup yang mereka tempuh berbeda – beda. Ada yang menempuh jalan hidupnya dengan kesenangan dan berfoya – foya,ada yang menempuh jalan hidup mengikuti air mengalir dan menyesuaikan keadaan, ada yang menempuh jalan hidupnya mengikuti hati nurani.

Jalan manakah yang seharusnya kita tempuh. Kita harus memilih jalan hidup yang lurus yaitu jalan keseimbangan dan kemoderatan di dalam segala urusan, dan keterjauhan dari segala bentuk ekstrimitas. Di mana jalan hidup yang tidak menyimpang dari norma sosial dan norma agama. Sehingga hidup kita dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Hendaknya kita selalu memohon petunjuk dan pertolongan Tuhan dalam melangkah agar tidak terjebak hal – hal negative yang menyesatkan. Dengan begitu hidup kita akan terasa nyaman dan damai.

Senin, 08 Maret 2010

4 Tipe Manusia Menghadapi Tekanan Hidup

Hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih - lebih hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam resiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko ( risk society ). Kondisi seperti ini menyuguhkan perubahan yang cepat dan tak jarang mengagetkan. Yang akhirnya tekanan - tekanan ini akan membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari.

Dapat dipaparkan secara sederhana 4 tipe manusia dalam menghadapi berbagai macam tekanan hidup tersebut :

1. Tipe Cangkang Telur
Orang dengan tipe ini sangat rapuh, sedikit mengalami tekanan saja membuat dirinya patah arang. Orang tipe ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi, tak jarang yang mengalami stress dan masuk ke dalam depresi hingga mendatangkan rasa putus asa.
Orang seperti ini bisa diperbaiki watak dan karakternya selama dia memiliki orang terdekatnya yang selalu mensupportnya dan membantu semua kesulitannya, tidak seterusnya ia harus bergantung dengan orang lain, tapi perlu dibantu agar orang ini bisa menumbuhkan ketahanan mentalnya dengan menumbuhkan kepercayaan dirinya dari dalam, yaitu dari kesadarannya sendiri. Bila tipe orang ini mau berusaha keras pasti dia bisa merubah watak dan karakternya ke arah yang lebih baik. Selain itu orang tipe ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

2. Tipe Lempeng Besi
Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang - orang tipe ini, mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondidi berlarut - larut.
Tambahan tekanan sedlit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tipe orang ini bisa dibantu untuk meningkatkan ketahan mentalnya, dengan sedikit bimbingan dan dorongan untuk terus maju dan pantang menyerah dalam menghadapi tekanan hidup, dengan membangkitkan jiwa menantang, bila didampingi terus hinggga tipe orang ini bisa berkembang lebih baik dan terus menjadi lebih baik, bila kesadaran dalam dirinya merasa tertantang untuk menghadapi semua kesulitan dan tekanan itu.

3. Tipe Gabus / Busa
Tipe orang ini cukup baik dalam menerima tekanan, seperti halnya gabus / busa yang lentur, bisa menyesuaikan dirinya terhadap tekanan dan cepat kembali ke bentuk semula. Tipe orang ini sangat fleksibel dalam menghadapi tekanan, dan dapat menyesuaikan diri saat terjadi tekanan. Tapi setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

4. Tipe Bola Pingpong
Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Tipe orang ini sangat ekspresif terhadap tekanan, seperti bola pinpong bila dibanting atau ditekan makin terpantul kesana kemari, artinya tipe orang ini tidak gampang menyerah, dia selalu mencari jalan keluar dalam setiap tekanan, bahkan tekanan yang didapatinya membuat dia lebih kreatif dan ekspresif untuk menghadapi semua tekanan dan kesulitan.

Selasa, 03 November 2009

HOW TO BE A LEADER

Every organization needs a good leader, but not all people have qualities to become a leader.
Some people think that the leader's job is in getting work done by other people, or in getting people work for you when they are under no obligation to do so, etc. No matter what point we start from in a discussion of leadership, we inevitably reach the conclusion that the art of being a leader is the art of developing people.

Whilst it is true that those in authority can be trained and educated for their tasks, they must have certain qualities which can be developed for effective leadership.

A. Basic Qualities
1. Understanding
A leader must try to understand people and their behaviors, why they react in different ways and have diverse needs.

2. Ability to enlist cooperation
The striving, planning and working towards a common goal must be a united effort based on mutual respect.

3. Ability to delegate
Those who cannot delegate will never be successful leaders. Not only do they become overwhelmed and incapable of performing their true functions, they also deprive others of opportunity and of finding satisfaction in their work.

4. Wisdom
Wise judgement and the ability to make decisions are vital and justice can never be separated from judgement. The leader needs courage, knowledge, facts and must have the wisdom to make wise decisions.

B. Personal Qualities
1. Self control and self respect.
The leader who understands himself is in a position to exercise self control.
This understanding does not mean introspection, but the ability to recognize his own weakness and be sufficiently humble to conduct himself with poise and serenity which in turn produces self-respect.

2. Beliefs and values.
The personality of the individual will influence the quality of leadership.
Beliefs, values and attitudes are part of the make up of people and can influence the whole of their conducts.

3. Moral courage and determination.
One of the most important function of a leader is to give support in times of stress, giving the encouragement and sympathy that is needed in order to progress through a period of trial or strain.

4. Sense of humor.
This is a great asset. There are few occasions which can not be lightened by cheerful counenance and frequently there is room for optimism. Leadership should be enjoyed and it should contact with people with the possibility of happiness depending on how the person looks at the situation.

If all these qualities are considered together, they will be found in a person whose character is harmony, someone who posses through self-knowledge and appreciation of the needs of others, a balanced objective outlook which can control and direct a situation and bring out the best in them.

Sabtu, 12 September 2009

Tips Sukses di Tempat Kerja

Setiap karyawan selalu ingin memberikan yang terbaik kepada perusahaan. Tapi persaingan ketat serta berbagai kesulitan selalu menghantui kita sebagai karyawan. Berikut tips sederhana kita agar sukses.

1. Konsentrasi
Faktor terpenting dalam bekerja adlah konsentrasi. Anada dapat memperoleh keberhasilan apabila konsentrasi baik. Karena dengan konsentrasi yang terbagi akan membuat pekerjaan makin rumit, pikiran anda akan buyar dan mustahil melakukan pekerjaan dengan baik.

2. Cek Data
Nggak ada salahnya mempersiapkan lebih dahulu kelengkapan untuk menunjang pekerjaan kita. Semakin lengkap dan tersiapkan data tersebut, pekerjaan akan semakin ringan dan cepat. Sisakan waktu luang mencari - cari data kebutuhan tersebut. Sehingga bila deadline mengikat nggak perlu kewalahan lagi.

3. Hayati dan Kuasai Prosedur
Dengan menguasai prosedur yang ada, anda tidak akan merasa seperti anak hilang. Dengan begitu anda tidak perlu canggung / kebingungan sehingga harus bertanya kesana kemari. Anda tidak perlu langsung mempelajarinya sendiri. Contek saja sikap dan pelajari seksama mulai dari rekan anda bekerja. Artinya anda akan mudah memprioritaskan apa yang semestinya andakerjakan saat ini.

4. Ciptakan Kesan Menyenangkan
Ketika bekerja anda harus sebisa mungkin menciptakan kesan menyenangkan. Mulai dari kerapian meja kerja, kebersihan serta cara berpakaian.
Atur meja kerja serapi dan seorganisir mungkin. Hal ini akan lebih baik karena saat anda membutuhkan sesuatu nggak perlu buang - buang waktu mencari alat tersebut.

5. Kerja Sama dalam Team
Kemampuan membagi tugas dengan rekan kerja merupakan faktor penting dalam bekerja, Koordinasikan dengan baik mulai dari bawahan dan atasan. Saling mengisi kekurangan, bahu membahu dan selalu menjalin komunikasi aktif dan sehat.

6. Tahan Banting
Kemampuan bekerja dibawah tekanan, deadline dan target, di luar jam kerja, dimarahi atasan dapat mempengaruhi dri kita maka dari itu kita harus tahan banting baik mental maupun fisik. Bila anda stress akan lebih mudah terserang penyakit dbanding enjoy dalam bekerja.

7. Kreatif dan Inovasi
Ciptakan hal yang baru dan segar. Kerjakan tugas dengan baik. Seperti over target, efisiensi dalam waktu dan lain - lain. Dalam rapat usahakan anda selalu memberikan masukkan bermanfaat. Dengan begitu perusahaan akan memperhitungkan keberadaan anda di kantor.

8. Belajar Amat dan Evaluasi
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan seperti belajar mengamati dan mengevaluasi.
Dengan demikian pengalaman dan referensi anda akan meningkat, selain itu anda akan lebih peka membaca situasi dan mencari solusi bila ada permasalahan.

Sabtu, 14 Maret 2009

How Important to Manage Time in Our Daily Life

Western people say that time is money. They use time well, have full discipline and responsibility in running a job. So, for career persons, "time is money". Everybody needs money. It shows that money takes an important role in everybody's life. Without having money, anybody can't buy anything. they consider that the importance of money is the same as the importance of time in their daily life.

Persons who neglect their time will cause unlucky things to them. For example : An architect who does not attend the meeting for planning a building for a hotel will have big loss though he has signed the contract. So, a student who can't manage her time because she does not schedule the activities will not pass her examination.

Therefore, managing time is important. All of us know that time can't be reviewed. So, when we face unlucky things because of our own fault, we shall regret later.

How do we manage our time in daily life? Make a schedule, after making a schedule, we must obey the schedule we make. It will help us. What time will we start a certain activity. The below are the right steps to manage time well.
  1. Consider what kind of activities that we will do on the day.
  2. Select those activities that we give priority.
  3. Make a schedule, put the important activities in the list of the schedule.
  4. Do our activities according to our schedule.
  5. Avoid the activities that only waste our time. For example going some places without planning.
  6. Avoid the habit of canceling an activity. Use our time effectively.